Resume 15 - Ibnu Rusyd: Kritik terhadap Emanasionisme dan Pengaruh Pemikirannya di Eropa

Emanasionisme berasal dari kata emanare (bahasa latin) yang berarti “mengalir dari” atau “menuangkan atau keluar”. Dalam bahasa Arab emnasi disebut juga dengan al-Faid. Emanasi pertama kali dikenalkan oleh Plotinus (205-270) yang merupakan seorang filsuf asal Yunani. Dalam Islam, emanasi pertama kali dikenalkan oleh Al-Farabi (870-950). Emanasionisme adalah cara yang dimana segala sesuatu diturunkan dari realitas atau prinsip pertama. Realitas pertama yang dimaksud adalah Tuhan. 

Adapun kritik Ibn rusyd terhadap Emanasionisme para filosof Muslim adalah bahwa menurut filosof Muslim adanya alam dari yang satu (Allah), Ibn Rusyd dalam usahanya menghindari penciptaan alam secara Emanasi mengajukan pendapatnya bahwa yang banyak bernaung pada yang satu dan kembali pada yang satu karena keberadaannya masing-masing dalam kesatuan yang murni. 

Dunia Barat (khususnya Eropa), megalami perubahan besar dalam ilmu pengetahuan karena minat mereka dalam mempelajari ilmu serta filsafat tokoh Islam. Salah satunya ialah Ibnu Rusyd; yang membakar jiwa para pemuda untuk melakukan revolusi ilmu terhadap gereja yang membatasi mereka. Efek yang diberikan Ibnu Rusyd tidaklah terjadi secara langsung, murid-murid asal Eropa yang belajar dengan Ibnu Rusyd di Spanyol bernama Averroisme; yang membawa pengaruh Ibnu Rusyd ke dalam Eropa.

Komentar