Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

Keberadaan Hizbut Tahrir di Indonesia

Dalam jurnal ilmiah yang berjudul " The Quest for Hizbut Tahrir in Indonesia " karya Burhanuddin Muhtadi,  kebangkitan kekhalifahan Islam global, Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI)  di era pasca rezim Soeharto pada tahun 1998. Keruntuhan pemerintahan Soeharto memberi ruang luas bagi HTI dalam menjalankan misi mereka untuk menyebarkan dakwah  al-khalifah al-Islamiyah . Ditambah saat itu  masyarakat sedang kecewa terkait kondisi sosial-ekonomi pada era reformasi, memudahkan HTI mendapatkan simpatisannya. Meskipun kehadiran dan aktivitas kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir hanya mendapat sedikit perhatian dari para ulama, HT dengan cepat menjadi fenomena dunia dalam beberapa tahun terakhir. Dari sedikit penelitian tentang HT yang dilakukan dalam lima tahun terakhir, sebagian besar diantaranya mendekati partai dengan menggunakan analisis keamanan. Na mun, kajian mereka mengenai kelompok HTI tidak didasari atas pengetahuan mereka tentang kajian Islam sehingga sikap mere...

Resume 15 - Ibnu Rusyd: Kritik terhadap Emanasionisme dan Pengaruh Pemikirannya di Eropa

Emanasionisme berasal dari kata emanare (bahasa latin) yang berarti “mengalir dari” atau “menuangkan atau keluar”. Dalam bahasa Arab emnasi disebut juga dengan al-Faid. Emanasi pertama kali dikenalkan oleh Plotinus (205-270) yang merupakan seorang filsuf asal Yunani. Dalam Islam, emanasi pertama kali dikenalkan oleh Al-Farabi (870-950). Emanasionisme adalah cara yang dimana segala sesuatu diturunkan dari realitas atau prinsip pertama. Realitas pertama yang dimaksud adalah Tuhan.  Adapun kritik Ibn rusyd terhadap Emanasionisme para filosof Muslim adalah bahwa menurut filosof Muslim adanya alam dari yang satu (Allah), Ibn Rusyd dalam usahanya menghindari penciptaan alam secara Emanasi mengajukan pendapatnya bahwa yang banyak bernaung pada yang satu dan kembali pada yang satu karena keberadaannya masing-masing dalam kesatuan yang murni.  Dunia Barat (khususnya Eropa), megalami perubahan besar dalam ilmu pengetahuan karena minat mereka dalam mempelajari ilmu serta filsafat tokoh I...

Resume 14 - Ibnu Rusyd: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Rusyd atau nama lengkapnya Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd, berasal dari keturunan Arab yang lahir di Andalusia, Spanyol tepatnya di kota Kordoba tahun 1198 M. Beliau lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang mempunyai perhatian sangat besar terhadap ilmu pengetahuan terutama ilmu fiqh dan hukum. Perkembangan intelektualnya dapat dilihat melalui latar belakang keluarganya. Ia belajar ilmu-ilmu keislaman sejak dini. Adapun karir Ibnu Rusyd dalam filsafat diraihnya melalui pergaulan dari Ibnu Thufail yang membawanya dekat dengan Khalifah Abu Yusuf al-Mansur, dan kemudian memintanya untuk menuliskan ulasan-ulasan terhadap pemikiranpemikiran Aristoteles. Oleh karena itu ia memperoleh julukan Al-Syarih (The Commentator). Akan tetapi pada masa khalifah Abu Ya’qub, keilmuan filsafat sangat ditentang. Termasuk yang dialami oleh Ibnu Rusyd yang dituduh telah menjadi kafir, dibuang, bahkan karya-karya tulisnya dibakar.  Terdapat tiga pendapat serta kritik d...

Resume 13 - Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Thufail dikenal sebagai Abubacer, lahir di Spanyol pada 1110 M dan berkembang sebagai ilmuwan besar dalam berbagai bidang. Setelah belajar kedokteran dan filsafat, ia menjadi penulis, filsuf, novelis, ahli agama, dan dokter. Diangkat sebagai sekretaris pribadi penguasa Granada, ia juga menjadi hakim dan dokter untuk keluarga istana di Maroko. Ibnu Thufail memiliki pengaruh besar pada masa pemerintahan Abu Yaqub Yusuf, mencintai ilmu pengetahuan dan filsafat. Karyanya yang terkenal, "Hayy Ibn Yaqzan," mencerminkan pemikirannya yang matang tentang korelasi antara akal dan agama dalam pencarian kebenaran hakiki. Pada akhirnya, Ibnu Thufail mengundurkan diri dan meninggal di Marakesh pada 1185 M, meninggalkan warisan yang mempengaruhi sejarah Islam dan dunia.  Ibnu Thufail adalah filosof Islam yang terkenal melalui karyanya "Hayy Ibn Yaqzhan" Karyanya mencerminkan eksplorasi mendalam tentang identitas manusia dan tujuan filsafatnya adalah mencapai kebahagiaan melal...

Resume 12 - Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Bajjah adalah Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin al-Sayigh at Tujubi al-Andalusi as-Sarakusti. Ia dibesarkan dan merampungkan pendidikannya di Zaragoza dan dilahirkan pada tahun 1802 M di Zaragoza Spanyol sebagai anak dari seorang pandai emas, dan wafat pada tahun 533 H (1138 M) di Maroko. Ia adalah tokoh pertama dalam sejarah filsafat Arab Spanyol yang dikenal dengan nama latinnya yaitu avempace. Selain dikenal sebagai filosof Muslim Arab terbesar dari Spanyol, Ibnu Bajjah dikenal juga sebagai seorang musisi, astronom, dokter, fisika, psikologi, ahli logika, matematika, dan penyair.  Ibnu Bajjah, dipengaruhi oleh Al-Farabi dan Ibnu Sina, mengembangkan pemikiran filsafatnya dalam metafisika, peran akal, akhlak, politik, dan Konsep "manusia penyendiri" menjadi fokus, di mana ia menekankan pentingnya filosof menjauhi masyarakat yang tidak baik untuk mencapai kebahagiaan melalui pemahaman mendalam terhadap kebenaran. Secara keseluruhan, pemikiran Ibnu Bajjah melibatkan aspek-...

Resume 11 - Al-Ghazali: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, atau lebih dikenal sebagai Al-Ghazali, merupakan pemikir besar Islam yang lahir di Thus, Khurasan, pada pertengahan abad kelima Hijriyah. Gelar Hujjatul Islam dan Zaid ad-din mencerminkan pengaruh dan posisinya sebagai bukti kebenaran Islam dan perhiasan agama. Al-Ghazali mengembangkan kecerdasannya dibawah bimbingan tokoh-tokoh terkemuka, seperti Imam al-Juwaini, dan menjadi pengajar di madrasah al-Nizhamiyah di Muaskar. Dengan perjalanan hidupnya yang mencakup pembelajaran mendalam dalam berbagai ilmu Islam dan filsafat, Al-Ghazali memainkan peran kunci dalam sejarah intelektual dan keagamaan Islam pada masanya.  Pemikiran Al-Ghazali mencerminkan pandangan kompleksnya terhadap peran filsafat dalam pemahaman alam semesta dan pencarian kebenaran. Meskipun mengakui pentingnya akal dalam proses tersebut, Al-Ghazali menekankan keterbatasan akal manusia yang cenderung terpaku pada pengalaman empiris. Dalam pemikirannya Filsafat al-Ghazali dap...

Resume 10 - Ikhwan Al-Shafa: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ikhwan al-Shafa adalah perkumpulan para mujtahid dalam bidang filsafat yang memfokuskan perhatiannya pada bidang dakwah dan pendidikan. Kemunculan Ikhwan al-Shafa dilatar belakangi oleh rasa prihatin akan pelaksanaan ajaran Islam yang menurut mereka telah tercemar dan adanya keinginan untuk membangkitkan kembali rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka mengkaji filsafat Yunani, Persia, dan India yang kemudian dipadukan dengan ilmu agama. Pandangan lain menyebutkan bahwa Ikhwan al-Shafa adalah penerus kaum Mu'tazilah yang bertujuan menyatukan kembali ilmu pengetahuan dan agama8 . Walaupun merupakan pecahan dari Ismailiyah dan Mu’tazilah, Ikhwan al-Shafa bukanlah definit penganut pemikiran dua kelompok tersebut. Ikhwan al-Shafa menolak imamah geneologis dan imam yang tersembunyi sebagaimana dalam Syiah. Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan kelompok Ikhwan al-Shafa ini menghasilkan karya tulis sebanyak 52 risalah yang mere...

Resume 9 - Ibnu Miskawaih: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Miskawaih, juga dikenal sebagai Abu Ali Ahmad ibn Muhammad ibn Ya’qub ibn Miskawaih, adalah seorang filsuf Persia pada abad ke-10 Masehi. Lahir sekitar tahun 932 di Rayy, Persia (sekarang Iran), sedikit yang diketahui tentang kehidupan pribadinya. Dia hidup pada masa Dinasti Buyid yang merupakan zaman keemasan Persia. Gelar yang diberikan kepadanya adalah Abu Ali, diambil dari nama sahabat Ali bin Abi Thalib, yang oleh kalangan Syiah dianggap layak menggantikan Nabi Muhammad SAW dalam posisinya sebagai pemimpin umat Islam setelah wafatnya. Karena gelar tersebut, tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa Miskawaih digolongkan sebagai anggota sekte Syiah. Ibnu Miskawaih adalah seorang filsuf Islam yang berfokus pada etika Islam. Padahal dia sebenarnya adalah seorang sejarawan, dokter, ilmuwan dan penulis. Dia memiliki pengetahuan luas tentang budaya Romawi, Persia dan India serta filsafat Yunani. Ibnu Miskawaih mempelajari ilmu kimia, filsafat dan logika sejak lama. Kemudian menonj...

Resume 8 - Seminar Mahasiswa Sebagai Agen Anti-Hoaks

Rabu, 25 Oktober 2023 Seminar "Inilah Goes to Campus" oleh Inilah.com di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Narasumber yang hadir berasal dari inilah.com Rahma Sarita, Sultan Rivandi, dan CEO Inilah.com Fahd Pahdepie. Disertai pidato dari Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) uin Jakarta, Dr. Gun Gun Heryanto dan Kaprodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Dr. Tantan Hermansah. Seminar ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa sebagai agen anti hoax dan membangun literasi informasi, terutama di pemilu akan segera berlangsung dimana biasanya banyak tersebar hoax. Dalam seminar ini Dekan FDIKOM UIN Jakarta, DR. Gun Gun Heryanto, M.SI mengatakan bahwa hoaks adalah salah satu bentuk pencarian dari kebenaran. Hoaks juga salah satu dari karakter masif suatu pembenaran atas tersebarnya suatu kebohongan. Oleh karena itu, mental kita sebagai mahasiswa butuh imunitas agar mampu menyaring dan menyebarkan informasi dengan benar d...

Resume 7 - Al-Razi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Al-Razi (Rhazes) dengan nama lengkap Abu Bakr Muhammad Zakariyya al-Razi lahir di Ray, Teheran pada 251 H/865 M dan meninggal pada tahun 311 H/925 M (dikatakan juga 313 H) di Baghdad.Karya Al-Razi dalam bidang kedokteran dan lainnya mencapai 113 karya besar, 28 karya kecil dan 2 puisi yang beberapa di antaranya telah diterjemahkan ke bahasa Latin dan bahasa Inggris (Aktar et al. 2011, 245-246), maka tak berlebihan jika dikatakan bahwa Al-Razi adalah seorang mujtahid.  Al-Razi adalah seorang yang selalu mengagungkan akal, ini terbantah karena pendapat demikian adalah sebuah tuduhan-tuduhan yang diberikan kepadanya dari lawan-lawan debatnya. Hal seperti ini lumrah terjadi karena untuk kepentingan politik semata yang kalah tetapi tidak sadar diri. Dalam bukunya al- Thibb al-Ruhani tidak ditemukan keterangan bahwa al-Razi mengingkari kenabian ataupun agama, namun sebaliknya ia mewajibkan untuk menghormati agama dan berpegang teguh kepada agama, karena dengan agama akan mendapatkan keni...

Resume 6 - Ibnu Sina: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Sina merupakan seorang Filsuf yang berasal dari Uzbekistan. Ibnu Sina sangatlah cerdas, beliau mempelajari berbagai bidang ilmu seperti ilmu agama, filsafat, metafisika, aritmatika, logika, ilmu politik dan ilmu kedokteran. Namun, Ibnu Sina lebih mendalami ilmu kedokteran, dan sering mengobati orang yang sakit, sehingga mendapat julukan pangeran para dokter. Beliau juga seorang politikus, pemahaman nya menjadi matang tentang politik, karena tidak lain ayahnya pun seseorang yang berpangkat di bidang pemerintahan. Di samping pekerjaan nya itu, ia meluangkan waktunya untuk mengarang dan menulis buku sehingga menghasilkan karya yang cukup banyak baik itu dalam tulisan, risalah maupun buku.  Dari pemikiran filsafat seorang Ibnu Sina terdapat 2 pemikiran yaitu:  1) Filsafat Emanasi Ibnu Sina meyakini bahwa eksistensi adalah prinsip dasar, di mana setiap entitas memiliki keberadaan independen. Tuhan adalah sumber eksistensi tertinggi, dan teori emanasi ini bertujuan untuk memurn...

Resume 5 - Al-Farabi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Abu Muhammad Ibn Muhammad Ibn Takhan Ibn Auzalagh, yang lebih dikenal sebagai Al-Farabi, dalah seorang filosof Muslim yang lahir pada tahun 870 M dan meninggal pada tahun 950 M. Al-Farabi dikenal sebagai sosok yang menjauhi dunia politik dan kekacauan sosial. Dia mendapatkan pendidikan awal dalam agama, bahasa, dan bahasa Arab, Turki, serta Persia. Dua periode utama dalam hidupnya mencakup pendidikan awal di Transoxiana dan kemudian studi yang lebih mendalam di Bagdad dan Aleppo. Meskipun dikelilingi oleh lingkungan budaya yang kaya, Al-Farabi memilih untuk hidup dengan sederhana. Kontribusinya yang paling penting adalah dalam bidang filsafat, di mana ia membawa filsafat Yunani ke dunia Islam dan menciptakan sistem filsafat yang lebih lengkap, memainkan peran penting seperti Plotinus bagi dunia Barat. Karya dan gagasannya diterima luas oleh masyarakat Barat dan Timur, menjadikannya salah satu cendekiawan Islam yang hebat dalam sejarah.  Pandangan dan gagasan Al-farabi dipengaruhi o...

Resume 4 - Al-Kindi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Al-Kindi adalah filsuf pertama dari kalangan Islam sekaligus tokoh penggerak filsafat Arab, hingga sering disebut sebagai Bapak Filsafat Arab. Ia juga diakui sebagai salah satu filsuf Arab paling berpengaruh karena banyaknya karya-karya yang dilahirkan. Semasa hidupnya, Al-Kindi, yang pandai berbahasa Yunani, memang menerjemahkan banyak karya-karya filsuf Yunani ke bahasa Arab. Selain menulis bidang filsafat, Al-Kindi juga ahli dalam bidang metafisika, etika, logika dan psikologi, hingga ilmu pengobatan, farmakologi, matematika, dan astrologi. Al-Kindi lahir pada 801 di Kufah, Irak, dari keluarga bangsawan Suku Kinda, yang masih keturunan dari kepala suku al-Ash'ath ibn Qays, yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad. Ayah Al-Kindi, Ishaq, merupakan Gubernur Kufah, yang membimbingnya sejak pendidikan pertamanya di Kufah. Ia kemudian melanjutkan studinya di Bagdad, di bawah naungan Khalifah Abbasiyah, Al-Ma'mun (813-833) dan Al-Mu'tasim (833-842). Berkat bakatnya yang menonjol...

Resmue 3 - Hubungan antara Keilmuan Islam dengan Filsafat Yunani

Rabu, 20 September 2023 Anzalna Falatena / 11220511000075 Islam memiliki hubungan yang kuat dengan filsafat Yunani melalui proses transformasi pemikiran Yunani ke dalam Islam.   Filsafat Islam dan pengaruhnya dari filsafat Yunani telah membentuk dasar pemikiran filosofis dalam tradisi Islam. Hal ini melibatkan para cendekiawan Muslim yang menyerap konsep dan wawasan dari filsafat Yunani, mengintegrasikan konsep-konsep tersebut dengan pandangan dunia Islam, dan memberikan pengaruh di berbagai bidang, termasuk sains dan pemikiran teologis. Filsafat Islam adalah sebuah tradisi intelektual yang memiliki akar yang dalam dan kompleks. Filsfat Islam, tidak dapat di katakan Filsafat Arab karena jika dinamakan arab, itu hanya mewakili tokoh filsafat pada Negara/kekuasaan arab saja. Dikatakan FIlsafat Islam karena Islam dapat diartikan sangat luas, dapat menjadi patokan sejarah bahwa sebelum Renaissance terdapat suatu masa dimana Bangsa Islam menguasai, Filsafat nya adalah khusus dan memilik...

Resume 2 Konsepsi Filsafat Islam

 Rabu, 13 September 2023 Anzalna Falatena / 11220511000075 Filsafat merupakan bahasa Yunani philosophia yang berasal dari kata philo dan shopia. Philo berarti cinta ( love ) dan shopia berarti kebijaksanaan ( wisdom ). Filsafat dipahami sebagai induk dari segala ilmu. Secara umum pengertian filsafat adalah ilmu yang mempelajari masalah-masalah dasar dan umum tentang keberadaan, pengetahuan, nilai, akal, pemikiran, hingga bahasa. Filsafat islam adalah perkembangan pemikiran umat Islam dalam masalah ketuhanan kenabian, manusia dan alam semesta yang disinari ajaran Islam. Filsafat islam merupakan pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman, yang meliputi Allah dan alam semesta, wahyu dan akal, agama dan filsafat. Sebagai ajaran utama dan pertama dalam Islam, Al Quran mengajak manusia untuk berpikir, untuk menggunakan akal. Berpikir tentu tidak bisa tidak merupakan wilayah Filsafat. Karena itu, tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa Alquran sesungguhnya insp...