Resume 10 - Ikhwan Al-Shafa: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ikhwan al-Shafa adalah perkumpulan para mujtahid dalam bidang filsafat yang memfokuskan perhatiannya pada bidang dakwah dan pendidikan. Kemunculan Ikhwan al-Shafa dilatar belakangi oleh rasa prihatin akan pelaksanaan ajaran Islam yang menurut mereka telah tercemar dan adanya keinginan untuk membangkitkan kembali rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka mengkaji filsafat Yunani, Persia, dan India yang kemudian dipadukan dengan ilmu agama. Pandangan lain menyebutkan bahwa Ikhwan al-Shafa adalah penerus kaum Mu'tazilah yang bertujuan menyatukan kembali ilmu pengetahuan dan agama8 . Walaupun merupakan pecahan dari Ismailiyah dan Mu’tazilah, Ikhwan al-Shafa bukanlah definit penganut pemikiran dua kelompok tersebut. Ikhwan al-Shafa menolak imamah geneologis dan imam yang tersembunyi sebagaimana dalam Syiah.

Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan kelompok Ikhwan al-Shafa ini menghasilkan karya tulis sebanyak 52 risalah yang mereka namakan dengan Rasa’il Ikhwan al-Shafa’ dan merupakan ensiklopedia populer tentang ilmu dan filsafat yang ada pada waktu itu. 

Ikhwan al-Safa, kelompok filsuf Muslim abad pertengahan, dalam karya monumental "Risalah Ikhwan al-Safa" menyatukan konsep-konsep filsafat seperti kosmologi, etika, dan ilmu dalam kerangka pemikiran Islam. Mereka memandang alam semesta sebagai struktur yang harmonis dengan tujuan 'Hikmah' atau 'kebijaksanaan', menekankan etika kesederhanaan, kebaikan, dan keadilan. Sumber-sumber terbatas dalam bahasa Indonesia, namun terdapat terjemahan karya-karya klasik yang mencerahkan pandangan filsafat mereka, yang berakar pada tradisi Islam dengan pengaruh dari berbagai tradisi filsafat lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume 11 - Al-Ghazali: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Resume 14 - Ibnu Rusyd: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya