Postingan

Keberadaan Hizbut Tahrir di Indonesia

Dalam jurnal ilmiah yang berjudul " The Quest for Hizbut Tahrir in Indonesia " karya Burhanuddin Muhtadi,  kebangkitan kekhalifahan Islam global, Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI)  di era pasca rezim Soeharto pada tahun 1998. Keruntuhan pemerintahan Soeharto memberi ruang luas bagi HTI dalam menjalankan misi mereka untuk menyebarkan dakwah  al-khalifah al-Islamiyah . Ditambah saat itu  masyarakat sedang kecewa terkait kondisi sosial-ekonomi pada era reformasi, memudahkan HTI mendapatkan simpatisannya. Meskipun kehadiran dan aktivitas kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir hanya mendapat sedikit perhatian dari para ulama, HT dengan cepat menjadi fenomena dunia dalam beberapa tahun terakhir. Dari sedikit penelitian tentang HT yang dilakukan dalam lima tahun terakhir, sebagian besar diantaranya mendekati partai dengan menggunakan analisis keamanan. Na mun, kajian mereka mengenai kelompok HTI tidak didasari atas pengetahuan mereka tentang kajian Islam sehingga sikap mere...

Resume 15 - Ibnu Rusyd: Kritik terhadap Emanasionisme dan Pengaruh Pemikirannya di Eropa

Emanasionisme berasal dari kata emanare (bahasa latin) yang berarti “mengalir dari” atau “menuangkan atau keluar”. Dalam bahasa Arab emnasi disebut juga dengan al-Faid. Emanasi pertama kali dikenalkan oleh Plotinus (205-270) yang merupakan seorang filsuf asal Yunani. Dalam Islam, emanasi pertama kali dikenalkan oleh Al-Farabi (870-950). Emanasionisme adalah cara yang dimana segala sesuatu diturunkan dari realitas atau prinsip pertama. Realitas pertama yang dimaksud adalah Tuhan.  Adapun kritik Ibn rusyd terhadap Emanasionisme para filosof Muslim adalah bahwa menurut filosof Muslim adanya alam dari yang satu (Allah), Ibn Rusyd dalam usahanya menghindari penciptaan alam secara Emanasi mengajukan pendapatnya bahwa yang banyak bernaung pada yang satu dan kembali pada yang satu karena keberadaannya masing-masing dalam kesatuan yang murni.  Dunia Barat (khususnya Eropa), megalami perubahan besar dalam ilmu pengetahuan karena minat mereka dalam mempelajari ilmu serta filsafat tokoh I...

Resume 14 - Ibnu Rusyd: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Rusyd atau nama lengkapnya Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyd, berasal dari keturunan Arab yang lahir di Andalusia, Spanyol tepatnya di kota Kordoba tahun 1198 M. Beliau lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga yang mempunyai perhatian sangat besar terhadap ilmu pengetahuan terutama ilmu fiqh dan hukum. Perkembangan intelektualnya dapat dilihat melalui latar belakang keluarganya. Ia belajar ilmu-ilmu keislaman sejak dini. Adapun karir Ibnu Rusyd dalam filsafat diraihnya melalui pergaulan dari Ibnu Thufail yang membawanya dekat dengan Khalifah Abu Yusuf al-Mansur, dan kemudian memintanya untuk menuliskan ulasan-ulasan terhadap pemikiranpemikiran Aristoteles. Oleh karena itu ia memperoleh julukan Al-Syarih (The Commentator). Akan tetapi pada masa khalifah Abu Ya’qub, keilmuan filsafat sangat ditentang. Termasuk yang dialami oleh Ibnu Rusyd yang dituduh telah menjadi kafir, dibuang, bahkan karya-karya tulisnya dibakar.  Terdapat tiga pendapat serta kritik d...

Resume 13 - Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Thufail dikenal sebagai Abubacer, lahir di Spanyol pada 1110 M dan berkembang sebagai ilmuwan besar dalam berbagai bidang. Setelah belajar kedokteran dan filsafat, ia menjadi penulis, filsuf, novelis, ahli agama, dan dokter. Diangkat sebagai sekretaris pribadi penguasa Granada, ia juga menjadi hakim dan dokter untuk keluarga istana di Maroko. Ibnu Thufail memiliki pengaruh besar pada masa pemerintahan Abu Yaqub Yusuf, mencintai ilmu pengetahuan dan filsafat. Karyanya yang terkenal, "Hayy Ibn Yaqzan," mencerminkan pemikirannya yang matang tentang korelasi antara akal dan agama dalam pencarian kebenaran hakiki. Pada akhirnya, Ibnu Thufail mengundurkan diri dan meninggal di Marakesh pada 1185 M, meninggalkan warisan yang mempengaruhi sejarah Islam dan dunia.  Ibnu Thufail adalah filosof Islam yang terkenal melalui karyanya "Hayy Ibn Yaqzhan" Karyanya mencerminkan eksplorasi mendalam tentang identitas manusia dan tujuan filsafatnya adalah mencapai kebahagiaan melal...

Resume 12 - Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ibnu Bajjah adalah Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin al-Sayigh at Tujubi al-Andalusi as-Sarakusti. Ia dibesarkan dan merampungkan pendidikannya di Zaragoza dan dilahirkan pada tahun 1802 M di Zaragoza Spanyol sebagai anak dari seorang pandai emas, dan wafat pada tahun 533 H (1138 M) di Maroko. Ia adalah tokoh pertama dalam sejarah filsafat Arab Spanyol yang dikenal dengan nama latinnya yaitu avempace. Selain dikenal sebagai filosof Muslim Arab terbesar dari Spanyol, Ibnu Bajjah dikenal juga sebagai seorang musisi, astronom, dokter, fisika, psikologi, ahli logika, matematika, dan penyair.  Ibnu Bajjah, dipengaruhi oleh Al-Farabi dan Ibnu Sina, mengembangkan pemikiran filsafatnya dalam metafisika, peran akal, akhlak, politik, dan Konsep "manusia penyendiri" menjadi fokus, di mana ia menekankan pentingnya filosof menjauhi masyarakat yang tidak baik untuk mencapai kebahagiaan melalui pemahaman mendalam terhadap kebenaran. Secara keseluruhan, pemikiran Ibnu Bajjah melibatkan aspek-...

Resume 11 - Al-Ghazali: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, atau lebih dikenal sebagai Al-Ghazali, merupakan pemikir besar Islam yang lahir di Thus, Khurasan, pada pertengahan abad kelima Hijriyah. Gelar Hujjatul Islam dan Zaid ad-din mencerminkan pengaruh dan posisinya sebagai bukti kebenaran Islam dan perhiasan agama. Al-Ghazali mengembangkan kecerdasannya dibawah bimbingan tokoh-tokoh terkemuka, seperti Imam al-Juwaini, dan menjadi pengajar di madrasah al-Nizhamiyah di Muaskar. Dengan perjalanan hidupnya yang mencakup pembelajaran mendalam dalam berbagai ilmu Islam dan filsafat, Al-Ghazali memainkan peran kunci dalam sejarah intelektual dan keagamaan Islam pada masanya.  Pemikiran Al-Ghazali mencerminkan pandangan kompleksnya terhadap peran filsafat dalam pemahaman alam semesta dan pencarian kebenaran. Meskipun mengakui pentingnya akal dalam proses tersebut, Al-Ghazali menekankan keterbatasan akal manusia yang cenderung terpaku pada pengalaman empiris. Dalam pemikirannya Filsafat al-Ghazali dap...

Resume 10 - Ikhwan Al-Shafa: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya

Ikhwan al-Shafa adalah perkumpulan para mujtahid dalam bidang filsafat yang memfokuskan perhatiannya pada bidang dakwah dan pendidikan. Kemunculan Ikhwan al-Shafa dilatar belakangi oleh rasa prihatin akan pelaksanaan ajaran Islam yang menurut mereka telah tercemar dan adanya keinginan untuk membangkitkan kembali rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka mengkaji filsafat Yunani, Persia, dan India yang kemudian dipadukan dengan ilmu agama. Pandangan lain menyebutkan bahwa Ikhwan al-Shafa adalah penerus kaum Mu'tazilah yang bertujuan menyatukan kembali ilmu pengetahuan dan agama8 . Walaupun merupakan pecahan dari Ismailiyah dan Mu’tazilah, Ikhwan al-Shafa bukanlah definit penganut pemikiran dua kelompok tersebut. Ikhwan al-Shafa menolak imamah geneologis dan imam yang tersembunyi sebagaimana dalam Syiah. Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan kelompok Ikhwan al-Shafa ini menghasilkan karya tulis sebanyak 52 risalah yang mere...